Cara Merawat Anak Ikan Cupang Dengan Cara Yang Tepat

cara merawat anak ikan cupang

Ikan cupang adalah salah satu jenis ikan hias yang paling banyak dipelihara, karena harganya pun terbilang murah. Tak terkecuali pada anak-anak, banyak dari mereka yang suka dengan ikan cupang dan memeliharanya. Budidaya ikan cupang pun sudah mulai banyak dilakukan, namun sayangnya banyak yang mengaku tidak berhasil karena anak ikan cupang sering cepat mati.

Sehingga banyak pembudidaya yang bertanya bagaimana cara merawat anak ikan cupang, dengan cara yang benar dan tepat agar tidak cepat mati. Karena proses merawat anak ikan cupang dalam budidaya ikan cupang ini terbilang proses yang cukup sulit. Membuat anak ikan cupang tersebut dapat bertahan hidup ternyata tidak mudah.

Baca juga: Mengenal nama-nama ikan cupang

Kebanyakan orang yang budidaya ikan cupang mendapatkan hanya 10-40% saja ikan cupang yang masih hidup dan sisanya mati. Hal itu terjadi karena ada yang salah dengan cara perawatannya sehingga banyak anak cupang yang tidak bisa bertahan hidup. Ada banyak faktor yang membuat anak ikan cupang tersebut mati, misalnya faktor pakan atau faktor air yang digunakan.

Cara Merawat Anak Ikan Cupang Agar Dapat Bertahan Hidup

Burayak ikan cupang baru menetas

    Perhatikan kembali kualitas air
Air sering kali terlupakan saat merawat atau memelihara hewan air, sehingga hal itu akan berakibat buruk pada ikan yang hidup di dalamnya. Termasuk pada cara merawat ikan cupang agar tidak cepat mati, air juga menjadi hal yang utama. Sebaiknya pilih air yang sudah diendapkan, jaga air tersebut dari saat proses pemijahan sampai perkawinan.

    Masukkan garam serta daun ketapang
secukupnya kepada air tua atau air endapan tersebut, tunggu sampai warna air menjadi keruh seperti air teh. Air yang berkualitas baik adalah air yang berwarna kuning tapi tetap bening. Kemudian masukkan tanaman air seperti ganggang atau sapu pada air tersebut.

    Pilih pakan yang tepat
Dari beberapa jenis pakan anak ikan cupang, yang paling baik dan bagus adalah kutu air. Selain kutu air, jenis pakan yang cocok untuk anak ikan cupang tersebut adalah artemia. Karena kedua jenis pakan tersebut ukurannya pun cocok dengan anak ikan cupang yang sangat kecil itu. Apalagi kutu air merupakan pakan alami yang disukai oleh ikan.

    Memisahkan pejantan pada saat proses pemijahan
Mengangkat atau memindahkan pejantan lebih baik dilakukan setelah 4 hari setelah telur menetas, karena pejantan yang belum berpengalaman mengurus anaknya berpotensi memakan anaknya sendiri. Tapi bisa lebih lama dari itu misalnya 2 minggu. Semua itu bergantung pada cara pejantan merawat anaknya.

    Menjaga kestabilan suhu air
Selain menjaga kualitas air, anda juga harus menjaga suhu air agar tidak berdampak buruk pada anak ikan cupang tersebut. Cara merawat anak ikan cupang agar tidak mati bisa dengan menggunakan eceng gondok pada kolam atau akuarium. Karena eceng gondok ini berfungsi sebagai tempat anak ikan cupang berenang atau bersembunyi.
    Eceng gondok tersebut juga akan menstabilkan perubahan suhu air di dalam akuarium atau kolam. Selain itu, bisa menjadi peneduh untuk anak ikan cupang tersebut sehingga keberadaan eceng gondok akan membuat mereka nyaman. Sehingga, jika suhu air di dalam kolam atau akuarium selalu stabil, maka anakan tersebut tidak akan mudah mati.

Baca juga: Tips Cara Merawat Ikan Cupang

Perlu anda ketahui bahwa anak ikan cupang ini juga biasanya akan dirawat oleh pejantan setelah anakan tersebut menetas dan lahir. Namun anda tetap harus menjaga dan memperhatikan jangan sampai anakan tersebut dimangsa oleh pejantan. Itulah sebabnya pejantan harus diangkat terlebih dahulu selama beberapa hari untuk menghindari anakan itu dimangsa oleh pejantan.

Labels: Ikan cupang, Perawatan Ikan

Terimakasi telah membaca Cara Merawat Anak Ikan Cupang Dengan Cara Yang Tepat. Apa bila bermanfaat silakan bagikan artikel ini.

Share:

0 Komentar untuk "Cara Merawat Anak Ikan Cupang Dengan Cara Yang Tepat"