7 Jenis Penyakit Ikan Arwana Dan Tips cara Mengobatinya

Tips mengobati ikan arwana yang terkena penyakit

Sudah tentu Anda akan merasa sedih atau bahkan pusing tujuh keliling jika ikan arwana kesayangan sedang sakit atau malas makan atau banyak hal lainnya lagi. Sambil mencari tahu sana sini tapi juga tidak kunjung sembuh, apalagi kalau mengingat waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan selama ini untuk membesarkan dan merawatnya.

Adapun pada kebanyakan ikan arwana, hampir bisa dipastikan dua penyebab utama penyakit ikan arwana, adalah organisme parasit dan non-parasit. Yang dimaksud dengan organisme parasit adalah seperti penyakit-penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, cacing atau bahkan virus. Sedang non-parasit adalah yang ditimbulkan oleh faktor keadaan atau lingkungan sekitar.

Faktor lingkungan sekitar misal seperti stress pada ikan, air yang kurang cocok dan tidak mendukung perkembangan ikan, pH atau suhu yang tidak sesuai, makanan yang tidak cocok bagi ikan arwana, kekurangan asupan oksigen, suasana sekitar terlalu bising, keracunan makanan dan masih banyak lagi hal lain penyebabnya.


Jenis Penyakit Ikan Arwana, dan Tips Mengobatinya

Meski demikian penyakit ikan primadona ini sudah dapat dideteksi sedari dini sebelum nantinya akan bertambah serius dan berakibat kematian, akan tetapi bagaimana dengan pengobatan atau perawatannya hingga sembuh total? Tidak perlu khawatir, berikut ada beberapa tips dan trik bagaimana mendeteksi atau mengetahui secara singkat dan lalu mengobati ikan arwana yang sakit.

1. Penyakit Gigi Ekor

Diawali dengan gejala gelisah dan seringkali berenang cukup cepat dan tidak jarang malah menggigiti ekornya sendir, hingga pada akhirnya ekor atau sebagian siripnya hilang karena sobek.

Penyakit ini disebabkan oleh semacam parasit yang tinggal di ekor ikan, menyebabkan rasa gatal hingga ikan arwana akan berenang dan mencoba menghilangkan gatalnya dengan cara menggigitinya.

Ganti air segera dan pindahkan ikan ke tempat yang sekiranya steril, coba berikan obat tetes tropical medicine ke akuarium yang steril, diamkan selama beberapa hari. Coba ganti air kembali dan ulangi lagi hal yang sama jika sudah 3 hari. Jangan lupa juga untuk mengganti air di akuarium utama dan membersihkannya.

2. Gejala Malas Makan

Gejala ini mungkin penyebabnya adalah Anda terlalu sering memberikan menu makanan yang sama. Coba atasi dengan tidak memberikannya makan selama 2-3 hari. Lalu berikan menu makanan yang berbeda dan selang-seling setelah puasanya selesai.

3. Jamur juga kadang menyerang ikan arwana.

Diawali dengan gejala bintik-bintik putih di punggung dan lalu menghitam. Hal ini biasanya disebabkan oleh kotornya air tempat ikan. Untuk cara mencegahnya, cek secara berkala aerator, tempat buang kotoran, kapas, hiasan akuarium dan dinding kacanya agar tidak ada jamur atau lumut.

Untuk mengobatinya, cek suhu dan jaga di 30ยบ, juga jangan lupa berikan garam ikan (bukan garam dapur) dan pomate. Biasanya jamur nakal tersebut akan menghilang setelah beberapa hari.

4. Penyakit akibat bakteri

Perut ikan arwana Anda ada muncul bintik berwarna merah? Sisik ekor pun terkelupas dan hingga sisik lainnya pun ikut memerah seperti lecet terluka? Bisa jadi penyakit ikan arwana satu ini adalah terkena bakteri yang masuk melalui sela-sela sisik di badannya. Jangan gelisah, hal ini pun sudah umum terjadi.

Segera karantina ikan arwana dari akuarium dan pindahkan ke tempat yang airnya steril, berikan garam ikan secukupnya dan berikan obat anti-bacterial khusus untuk ikan. Tunggu setelah 1 hari, lalu ulangi hal tersebut selama seminggu penuh.

5. Mata Juling

Hal ini cukup umum terjadi, biasanya dikarenakan pemberian pakan yang kecil dan hanya mengambang saja. Hal ini juga kerap terjadi dikarenakan minimnya sinar matahari. Segera atasi dengan memindahkan ikan arwana ke tempat yang mendapat cukup sinar matahari.

Juga jangan lupa memberikan makannya yang sekiranya jangan mengambang saja, Anda bisa memvariasikan menu makanannya selang-seling selama beberapa minggu ke depan. Ada pula penyembuhan mata juling ini diatasi dengan operasi kecil pada ikan, meski demikian, hal ini kurang disarankan bagi para pemula.

6. Sisik menghitam dan membusuk

Untuk mengatasi hal ini, anda bisa memberikan ammonium sulfate dengan perbandingan 200 mg/kg berat ikan. Untuk pencegahannya Anda bisa secara rutin mengganti air akuarium dan jangan menunggu hingga kotor dan sudah sebulan lebih. Secara berkala perhatikan aerator dan pembuangannya.

Baca juga: Tips cara mudah memelihara ikan arwana secara benar

7. Dubur merah dan membengkak

Pemberian ammonium sulfate juga bisa pada ikan arwana yang duburnya berwarna merah hingga membengkak. Pada umumnya ikan arwana bisa menjadi seperti ini karena pemberian makanan yang kurang bersih, sehingga menyebabkan ikan arwana kesulitan untuk mengeluarkan kotorannya.

Meski ada beberapa hal lainnya lagi yang bisa menyebabkan penyakit ikan arwana, akan tetapi setidaknya hal tersebut bisa menjadi acuan Anda untuk menekuni hobi ikan hias, khususnya ikan arwana. Juga perawatan dan pengamatan menjadi hal penting di sini, karena sebagian besar penyakitnya bisa dihindari jika secara berkala melakukan pengecekan.

Labels: Ikan arwana

Terimakasi telah membaca 7 Jenis Penyakit Ikan Arwana Dan Tips cara Mengobatinya. Apa bila bermanfaat silakan bagikan artikel ini.

Share:

0 Komentar untuk "7 Jenis Penyakit Ikan Arwana Dan Tips cara Mengobatinya"